Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.

Java
Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, Sistem/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.
Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.
Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
Yang keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.

Mendaki Tangga Sertifikasi Java
Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: Sun Certified Programmer, Sun Certified Developer, dan Sun Certified Architect. Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer.
Sun Certified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java. Untuk dapat menjadi seorang Certified Java Programmer, Anda harus lulus ujian Sun Certified Programmer for the Java 2 Platform 1.4 yang biayanya US$ 150. Ujian pilihan ganda ini dirancang untuk menguji pemahaman sintaks dan struktur Java pada materi-materi berikut: Dasar-dasar bahasa Java, teknik dasar pemrograman berorientasi obyek, penggunaan threads, dan kemampuan menggunakan paket standar Java seperti java.awt, java.lang, java.io, dan java.util. Untuk pemegang sertifikasi Java versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade khusus.
Beberapa kursus yang dapat dikuti untuk mempersiapkan diri untuk sertifikasi ini adalah Java Technology for Structured Programmers yang ditujukan bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman terstruktur seperti COBOL; Java Programming Language for Non-Programmers yang dirancang untuk programmer yang tidak memiliki pengalaman melakukan pemrograman; dan Java Programming Language atau pengenalan Java untuk programmer yang berpengalaman dengan bahasa pemrograman lain.
Sun Certified Developer adalah anak tangga selanjutnya dari sertifikasi Sun. Anda mungkin berpikir hanya perlu sekali lagi mengerjakan soal-soal pilihan ganda untuk menjadi seorang Certified Dava Developer, tetapi Sun menuntut lebih banyak dalam ujian untuk jenjang ini.
Untuk sertifikasi SCJD selain harus sudah memiliki sertifikat SCJP, Anda harus menyelesaikan tugas pemrograman yang dirancang untuk menguji aplikasi keterampilan Java Anda dalam menghadapi persoalan dunia nyata . Untuk ujian tugas pemrograman ini Anda harus membayar biaya US$ 250.
Contoh, tugas pemrograman tersebut memiliki skenario berikut: Setelah membayar uang ujian, Anda men download sebuah code template dari Sun. Template ini harus Anda gunakan untuk membuat sebuah aplikasi GUI yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sebuah database melalui jaringan, dan melakukan konversi data dari format teks ke format database tersebut. Selama membuat program Anda diharuskan mendokumentasikan semua langkah yang Anda lakukan. Aplikasi yag Anda buat akan dinilai berdasarkan maintainability, penggunaan design pattern yang tepat, kejelasan kode, dan kesesuaian dengan code convention.
Setelah tugas pemrograman, Anda masih harus mengikuti ujian esai dengan biaya US$ 150, yang terdiri dari 5 sampai 10 soal esai, menanyakan berbagai hal tentang tugas pemrograman yang Anda selesaikan.
Beberapa kursus yang dapat diikuti untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti SCJD adalah Object-Oriented Application Analysis and Design for Java Technology (UML), yang merupakan kombinasi dari kuliah, tugas, dan diskusi yang mengajarkan analisa dan perancangan sitem menggunakan UML. Selain itu juga Java Programming Language Workshop yang memberikan pengalaman praktis melakukan perancangan aplikasi menggunakan Java.
Kalau Anda lebih tertarik untuk mengambil suatu spesialisasi tertentu dalam pemrograman Java seperti pemrograman aplikasi Web services atau aplikasi mobile , pada jenjang developer ini Sun menawarkan empat jenis spesialisasi: Sun Certified Web Component Developer (SCWCD), Sun Certified Business Component Developer (SCBCD), Sun Certified Developer for Java Web Services (SCDJWS), dan Sun Certified Mobile Application Developer untuk platform J2ME (SCMAD). Untuk setiap spesialisasi ini Anda harus lulus satu ujian pilihan ganda yang tergantung jenis spesialisasi yang ingin Anda ambil. Biaya untuk setiap ujian berkisar US$ 150.
Sun Certified Enterprise Architect for J2EE adalah sertifikasi premium dari Sun. Sebagaimana dicerminkan oleh namanya, sertifikasi ini sangat berfokus pada enterprise. Ini berarti pemegang sertifikasi ini dapat menangani pengembangan aplikasi berskala besar dengan tingkat availability yang tinggi. Untuk mendapatkannya, seseorang harus memiliki kedua sertifikat SCJP dan SCJD, lulus sebuah ujian pilihan untuk menguji pengetahuan seputar Java. Apabila lulus ujian pertama dilanjutkan menyelesaikan sebuah tugas pemrograman seperti pada saat pengambilan SCJD, dan diakhiri dengan sebuah ujian esai.
Untuk persiapan mengikuti sertifikasi SCEA Anda dapat mengikuti kursus Architecting and Designing J2EE Applications dan Developing Applications for the J2EE Platform dari Sun. Materi pada kursus tersebut difokuskan pada topik-topik seperti konsep pemrograman berorientasi obyek tingkat advanced, UML dan Enterprise Java Beans (EJB), dan aplikasi Standard Architecture Design Patterns.

Microsoft.Net
Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, me maintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.
Sebaiknya untuk mengambil sertifikasi MCAD Anda paling tidak sudah memiliki pengalaman 1 – 2 tahun dalam membuat aplikasi dan tidak asing dengan platform Microsoft .Net. Lingkup profesi yang terkait dengan sertifikasi ini di antaranya adalah programmer, analis, dan software developer.

Untuk mendapatkan sertifikasi MCAD kandidat harus terlebih dahulu lulus dua ujian inti dan satu ujian pilihan dalam suatu area spesialisasi. Untuk ujian inti Anda dapat memilih satu ujian dalam spesialisasi Web Application Development atau Windows Application Development. Untuk satu ujian inti lagi Anda harus mengikuti ujian dalam bidang XML Web Services dan Server Components. Sementara untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft, atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified Sistem Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.
Karena fokusnya pada kepemimpinan dalam proses pengembangan solusi bisnis berskala enterprise, lingkup profesi yang cocok dengan sertifikasi ini adalah software engineer, software development engineer, software architect, and konsultan. Seorang kandidat sertifikasi MCSD diharapkan sudah memiliki pengalaman minimal dua tahun dalam pengembangan solusi dan aplikasi.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCSD untuk Microsoft .Net seorang kandidat harus lulus dalam empat ujian inti dan satu ujian pilihan. Ujian inti meliputi satu ujian dalam bidang Web Application Development, satu ujian dalam bidang Windows Application Development, satu ujian dalam bidang XML Web Services and Server Components, dan satu ujian dalam bidang Solution Architecture. Untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Walaupun ujian MCSD meliputi bidang-bidang yang sama dengan ujian MCSA, setiap ujian memiliki tingkatan kesulitan yang lebih tinggi dibanding MCSA. Pilihan untuk mengambil sertifikat MCSA atau MCSD sebaiknya ditentukan berdasarkan jenis peran kerja yang sedang atau ingin dijalani.

Profesionalisme Di Bidang TI

Bagaimana dengan profesionalisme di bidang TI ? sebenarnya banyak hal yang bisa dipelajari dalam bidang teknologi informasi agar pekerja dibidang tersebut dapat menjadi seorang yang profesional. Dalam satu definisi yang diberika oleh Blissmer (1999) mengenai computer; “computer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas yaitu :

menerima input, memproses input sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan, serta menyediakan output dalam bentuk informasi”. Dari situ dapat diambil hikmahnya bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan, maka ang dilakukan adalah menerima input (dari permasalahan yang telah dianalisis), memproses input dengan langkah-langkah yang telah dibangung, menyiapkan setiap perintah pelaksanaan dalam proses yang dijalankan, dan dapat memberikan keluaran yang berupa solusi dari penyelesaian masalah yang diharapkan secara cepat dan tepat.
Arifin (2000) mengemukakan seorang profesional TI dipersyaratkan mempunyai :
1. Dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadap masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan.
2. Penguasaan kiat – kiat profesi berdasarkan riset dalam bidang TI sebagai ilmu praktis bukan hanya merupakan konsep-konsep belaka.
3. Pengembangan kemampuan profesional terus menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri.

Dengan adanya persyaratan profesionalisme TI tersebut, maka perlu adanya paradigma untuk melahirkan profil profesional TI yaitu :
1. Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang.
2. Penguasaan ilmu yang kuat.
3. Keterampilam praktis untuk penerapan teknologi.
4. Pengembangan profesi secara berkesinambungan.

Keempat aspek tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dan ditambah dengan usaha lain yang ikut mempengaruhi perkembangan profesional pekerja dibidang TI.

Kesadaran Berperilaku Profesional

Ada empat hal yag perlu dilakukan agar seorang pekerja dapat berperilaku secara profesional dibidang TI, yaitu :
1. Membangkitkan kesadaran.
2. Membangun komitmen.
3. Membangun sistem pengawasan dan pelaporan dalam diri, serta
4. Meningkatkan profesionalisme.


a. Membangkitkan kesadaran
Inti dari teknologi informasi adalah angka 0 dan 1, angka tersebut bisa bermakna banyak seperti trueatau false, on atau of, dan sebagainya. Jika diterjemahkan dalam kehidupan sehari – hari adalah kosong dan isi, tidak ada dan ada, atau benar dan salah, dan sebagainya. Hal itu dapat diartikan bahwa kehidupan ini memang diciptakan dari dua hal yang berbeda akan tetapi selalu berpasangan, pilihan pada kehidupan pun pada dasarnya hanya dua saja yakni ya atau tidak, hidup atau mati, baik atau buruk, dan lain sebagainya.
Sebagai seorang profesional TI tentunya pekerja harus lebih memahami bahwasannya dalam setiap pekerjaan, hanya ada dua pilihan yang dapat dilakukan, yaitu menerima pekerjaan atau menolaknya. Jika sudah menyatakan menerima sebuah pekerjaan, maka harus mengetahui segala konsekuensinya yang tercipta dari penerimaan pekerjaan tersebut ( dalam konteks hak dan kewajiban ), maka seorang pekerja akan melakukan pekerjaan yang diterima itu dengan penuh integritas, dedikasi dan tanggung jawab sesuai dengan komitmen yang telah disepakati.
Dengan memahami hal itu, sudah pasti seorang profesional teknologi informasi dengan kesadarannya akan membisaakan diri untuk berprilaku secara profesional dalam setiap pekerjaannya. Berusaha menyelesaikan pekerjaannnya dengan tepat waktu, mendapatkan dan menggunakan segala sesuatu yang dibutuhkan dengan cara yang legal, memberikan hasil pekerjaan pun sesuai dengan komitmen yang telah disepakati, serta menjelaskan hasil yang telah dicapai dengan sejujur-jujurnya. Artinya dalam sebuah sistem tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang terjadi sehingga kelebihan dan kekurangan tersebut harus disampaikan semuanya denga detil tanpa ditutup – tutupi.

b. Membangun dan Menjaga Komitmen Diri
Agar kesadaran dalam diri dapat diterjemahkan dalam perilaku pada setiap pekerjaan, maka perlu adanya kontinyultas yang harus dijalankan.
Untuk menjaga membangun dan menjaga sebuah komitmen memanglah tidak mudah, karena itulah dibutuhkan suatu tekad yang kuat dari dalam diri, karena dalam sebuah komitmen tidak memandang untung atau rugi, yand dipandang adalah bagaimana terjadinya proses kesepakatan diawal harus dijalankan.

c. Sistem Pengawasan dan Pelaporan Diri

Agar perilaku profesional yang dijalankan tetap stabil, maka diperlikan suatu pengawasan yang selalu dapat mengingatkan profesionalisme yang sedang dijalankan mengalami penurunan. Untuk itu dengan berpedoman pada model SMART (Self Monitoring and Reporting Technology) maka sebagai seorang profesional yang bergerak dibidang teknologi informasi, harus dapat melakukan pengawasan dan pelaporan yang dilakukan oleh dan untuk pekerja sendiri.
Langkah – langkah yang bisa dilakukan : pertama, pekerja harus terbisaa membuat dokumentasi dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Kedua, pekerja harus memiliki kesadaran untuk dapat menerima setiap kekurangan dari pekerjaan yang dilakukan, sehingga akan melakukan perbaikan – perbaikan. Untuk hal ini dibutuhkan kejujuran diri dan kebesaran hati. Ketiga, melakukan evaluasi pada setiap tahapan pekerjaan secara berkala, mau menerima segala konsekuensi logis dari setiap komitmen yang telah dibangun dan mencatat setiap kejadian kesalahan dan mencari solusi penyelesaiannya.

d. Terus Meningkatkan Profesionalisme
Profesionalisasi harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Dalam proses ini, pendidikan prajabatan, pendidikan dalam jabatan termasuk penataran, pembinaan dar organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi, penegakan kode etik profesi, sertifikasi, peningkatan kualitas pekerja, imbalan dan lain-lain secara bersama-sama menentukan pengembangan profesionalisme pekerja dibidang Teknologi Informasi. Proses peningkatan profesionalisme disebut dengan istilah “Proses Profesional” (Eggland, 1989). Proses profesional adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi kearah status profesional (peningkatan status).
Untuk meningkatkan profesionalisme tentunya perlu diketahui terlebih dahulu tentang standar profesional. Secara teoritis menurut Gilley (1989), standar profesional dapat didekati dengan perspektif pendekatan berorientasi filosofis. Tigal hal pokok yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keprofesionalan, yaitu :


1. Pendekatan lambing profesionalisme
2. Pendekatan sikap individu
3. Pendekatan electic.

Pendekatan pada lambang profesionalisme yang dimaksud adalah pendekatan standard profesional dari sertifikasi, lisensi dan akreditasi. Di era globasasi ini, sertifikasi dinilai sangat penting, untuk menuju pada level yang diharapkan. Pada praktiknya pekerjaan dibidang TI membutuhkan expertise. Disamping itu seorang pekerja dibidang Teknologi Informasi, dapat dikatakan merupakan profesi menjual jasa, dimana bisnis jasa bersifat kepercayaan. Prospek dari profesi ini terletak pada kepercayaan terhadap orang-orang yang terlibat didalamnya.
Pendekatan sikap individu juga sangat penting dalam penilaian tingkat profesionalism. Layanan individu pemegang profesi haruslah diakui oleh umum dan bermanfaat oleh penggunanya. Sikap indovidu tersebut antara lain adalah kebebasan personal, pelayanan umum, pengembangan sikap individual dan aturan-aturan yang bersifat pribadi. Sedangkan peningkatan kemampuan electic merupakan peningkatan kemampuan mengelola prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis yang berkaitan dengan profesinya.

Sponsored

xcxcxcxc

Followers

Copyright © 2010 All Rights Reserved. Powered by Jroenowel and Distributed by zeronoel .